Detail Publikasi Berita

SMAN 1 TANJUNGSARI

0 komentar
Berangkat ke Mexico, Alumnus SMAN 1 Tanjungsari Perkuat Timnas Street Soccer Indonesia
blog
Berangkat ke Mexico, Alumnus SMAN 1 Tanjungsari Perkuat Timnas Street Soccer Indonesia

Miftakul Ma’Arif di Puslat Street Soccer Bandung

TANJUNGSARI (Smantasa News)  Miftakul Ma’Arif, Salah satu alumnus SMA N 1 Tanjungsari yang berlokasi di pinggiran Gunungkidul mampu menorehkan prestasi membanggakan karena berhasil menjadi salah satu skuat Timnas Street Soccer Indonesia.

Siswa yang semasa SMA juga berprestasi di bidang olah raga sepakbola ini merupakan mantan siswa SMA Negeri 1 Tanjungsari yang baru saja lulus pada tahun pelajaran 2017. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta.

Tak pernah ada yang menduga, bahwa ia akan mencapai prestasi seperti sekarang ini. Bahkan Arif sendiri seakan belum percaya kalau dia sekarang telah berada di Bandung untuk melakukan pemusatan latihan menghadapi event dunia di Mexico bulan November mendatang.

Sebelumnya, seorang anak kampung berasal dari Padukuhan Serpeng Kidul, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu ini telah mengikuti seleksi Timnas Street Soccer pada bulan Mei 2018 di Lombok.

Tak sia-sia, akhirnya  Arif, sapaan Miftakul Ma’arif, berhasil menarik hati sang pelatih hingga sebentar lagi akan berangkat ke Mexico menghadapi kejuaraan Homeless Word Cup 2018, kejuaraan dunia olahraga Street Soccer yang bakal diikuti sejumlah 58 negara.

“Saya sampai saat ini nggak nyangka (bisa memperkuat Timnas, pen). Senang sama bingung saja, orang yang nggak punya apa-apa bisa makilin Negara,” ucap Arif dengan rendah hati saat dihubungi Smantasa News.

Sang ibu adalah motivator utama bagi Arif. Ia sangat ingin bisa membuat ibunya tersenyum saat pulang nanti. Hal ini wajar adanya mengingat Arif bersama keluarganya dulu memiliki kenangan masam hingga membuatnya cukup trauma.

Target setiap atlet pasti mendapatkan hasil terbaik di setiap detik pertandingan hingga membuahkan asa juara. Begitu juga dengan Arif, ia berjanji untuk berjuang demi terkumandangnya lagu Indonesia Raya sesaat mengangkat piala sang juara.

Maka tak heran, ia sangat mengaharapkan dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia agar ia bersama timnya nanti mampu berbuat banyak dan membawa pulang piala Homeless Word Cup 2018.

Belum banyak yang tahu tentang seperti apa sebenarnya permainan street soccer itu sendiri. Permainannya memiliki kemiripan dengan sepakbola, tapi lebih mirip lagi bila dibandingkan dengan futsal.

Perbedaannya, street soccer memiliki sedikit prosedur bila dibandingkan kedua olahraga tadi. Yang paling menonjol adalah lapangan lebih sempit dibanding futsal dan jumlah pemain hanya empat orang.

Saat pertandingan tidak ada bola out, bila bola menyentuh dinding permainan tetap dilanjutkan, sementara durasi pertandingan hanya selama 2 x 7 menit saja dengan masa interval selama satu menit.

Uniknya, pemain dalam satu tim boleh laki-laki semua, perempuan semua, atau gabungan laki-laki dan perempuan. Jadi saat bertanding, sah-sah saja bila laki-laki melawan perempuan atau hanya ada satu perempuan dalam sebuah pertandingan karena tidak ada regulasi yang membatasi masalah gender.